'Points West' by Steve Lopez. A year ago, I met a man who was down on
his luck and thought I might be able to help him. I don't know that I
have. Yes, my friend Mr. Ayers now sleeps inside. He has a key. He has a
bed. But his mental state, and his well-being, are as precarious now as
they were the day we met. There are people who tell me I've helped him.
Mental health experts who say that the simple act of being someone's
friend can change his brain chemistry, improve his functioning in the
world. I can't speak for Mr. Ayers in that regard. Maybe our friendship
has helped him. But maybe not. I can, however, speak for myself. I can
tell you that by witnessing Mr. Ayers's courage, his humility, his faith
in the power of his art, I've learned the dignity of being loyal to
something you believe in. Of holding onto it, above all else. Of
believing, without question, that it will carry you home.
The Soloist adalah kisah nyata tentang Nathaniel Ayers (Jamie Foxx),
seorang musisi berbakat yang keluar dari Juilliard School pada tahun
kedua karena mengidap schizophrenia. Sejak keluar dari sekolah musik
ternama tersebut, Ayers menjadi setengah gila dan akhirnya ia menjadi
tunawisma di Los Angeles. Seorang jurnalis L.A Times Steve Lopez (Robert
Downey Jr), secara tak sengaja menemukan dirinya di sebuah taman
memainkan violin dengan sangat bagus, dan mereka terlibat perbincangan
tentang obsesi dan kekaguman Ayers pada Beethoven. Lopez menjadikan
Ayers sebagai obyek tulisannya pada kolom L.A Times, ia juga membantu
agar pria ini mau kembali belajar bermain cello, seperti saat ia
mengawali hobinya di kala ia kecil. Lopez juga mengusahakan agar Ayers
tak hidup menggelandang di jalanan, dan memasukannya ke rumah
penampungan agar dirinya lebih aman. Namun Ayers yang terbiasa hidup
sebatang kara dan tidak suka berada dalam ruangan tertutup, awalnya agak
sulit menerima kebaikan Lopez begitu saja. Sayangnya Ayers yang
akhirnya dinyatakan menderita gangguan jiwa, tidak bisa lagi bermain
musik dalam tim yang terdiri dari banyak orang. Jika yang berperan
sebagai Ayers adalah Will Smith, mungkin drama yang satu ini bisa lebih
mengharukan.
Serat Centhini yang mulai ditulis pada tahun 1814 – 1823 oleh Putera Mahkota Kerajaan Surakarta, Adipati Anom Amangkunagara III (Sunan Paku Buwana V) merupakan sebuah karya sastra besar di dunia. Setelah menjadi Raja Surakarta, Sunan Paku Buwana V mengutus tiga pujangga keraton yaitu Ranggasutrasna, Yasadipura II (Ranggawarsita I), dan Sastradipura untuk meneruskan membuat cerita tentang tanah Jawa melalui tembang-tembang Jawa.
"Serat Centhini adalah salah satu karya sastra terbesar di dunia yang keberadaannya mulai terancam sirna. Untuk itulah saya tertarik untuk menyadurnya ke dalam bahasa Perancis yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia," kata Elizabeth D. Inandiak di Yogyakarta (22/07).
Oleh Elizabeth, karya adiluhung pujangga tanah Jawa ini merupakan sebuah peninggalan luar biasa yang dipunyai bangsa Indonesia yang harus diperkenalkan kepada dunia.
"Serat Centhini adalah harta luar karun biasa bangsa Indonesia yang harus diperkenalkan kepada dunia," tambahnya.
Dalam buku sadurannya yang berjudul yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Laddy Lesmana, Serat Centhini terdiri dari 400 halaman yang bukan merupakan ringkasan buku asli, namun terjemahan.
"Buku aslinya terdiri dari 4.000-an halaman yang terdiri dari 12 jilid dengan ketebalan 4.200 halaman. Kini dalam buku saduran saya hanya terdiri dari 400 halaman. Ini buka menyingkat, tapi menyadur" ujarnya.
Berawal dari seorang Mohammad Rasyidi, Menteri Agama RI pertama yang mengerjakan disertasi doktornya tentang kitab Centhini: "Critique et Consideration du Livre Centhini" di Universitas Sorbonne, Paris pada tahun 1956, Elizabeth D. Inandiak mulai tertarik dengan salah satu karya sastra pujangga Jawa ini. Terlebih ketika pada tahun 1996, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Thierry de Beauce terpesona dengan Serat Centhini dan bersedia untuk membiayai sebuah saduran karya adiluhung yang terancam sirna itu.
Oleh sejumlah pihak, Serat Centhini yang saat ini juga telah berhasil disadur ke dalam bahasa Indonesia oleh Prof. Dr. Marsono dari Universitas Gadjah Mada (UGM), kadang disamakan dengan Kama Sutra, Ramayana, ataupun Mahabarata. Faktanya, Serat Centhini menggambarkan seluruh sifat manusia yang ada dalam ketiga cerita tersebut di atas.
Manusia Bahagia Bila....
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia
memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau
membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa
bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya
dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati. berusaha meraih
yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang
diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.
Manusia buta
karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu
dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu
berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena
memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-
cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala
yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling
disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam
satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu
oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari
orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati.
Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan
menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima
orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita
selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita. tak perlu berkeras hati. la
akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun
bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita
dicintai begitu banyak orang.
Kali ini kami akan memberikan informasi menarik tentang peluang memiliki penghasilan dari situs jejaring sosial dengan konsep yang menarik.
Tidak ada yang membantah kalo Facebook adalah situs jejaring sosial paling terkenal saat ini. Dan berapakah pendapatan Facebook? Pada tahun 2009, 500 juta dollar! Apakah Anda ikut menikmati dan kecipratan hasilnya dari FB? Sepertinya tidak perlu dijawab. Tapi jika ada situs dengan fitur tidak jauh berbeda dengan FB, gratis, dan membagi pendapatannya dengan Anda... maukah bergabung?
Sekarang..... Mari kami ajak Anda masuk pada link ini http://bit.ly/adWx7H . Di situs inilah Anda akan dapat bersosialisasi sekaligus juga mendapatkan penghasilan. Kemudian daftarkan diri Anda. Dan sekali lagi, tidak sepeser pun biaya yang ditarik dari proses ini. Anda tinggal melakukan pendaftaran pada bagian "SIGN UP NOW", kemudian pilih username Anda, dan terakhir mengisi profil diri Anda dengan benar.
Saat Anda telah terdaftar disini, maka otomatis Anda akan diberikan $0,1 pada pundi-pundi di account Anda. Kecil memang, namun apakah ketika Anda masuk di FB atau Friendster diberikan seperti ini? Aktifnya Anda di situs tersebut dihitung dengan jumlah point yang Anda peroleh dari penggunaan fitur-fitur di halamannya. Dan point inilah yang nantinya pada setiap akhir bulan akan menjadi dasar untuk bagi hasil pendapatan antara pihak pengelola situs dengan kita sebagai penggunanya. Di FB atau FS kita sering menggunakan fitur-fiturnya, tapi apakah turut dihargai oleh mereka seperti itu? Kemudian ikutilah surveynya, apapun jawaban yang Anda berikan, Anda diberikan $1,5 tambahan.
Dan bila Anda menginginkan perolehan pendapatan lebih banyak, ajaklah rekan, saudara, keluarga untuk turut bergabung di sini - sama seperti di Facebook juga kan? Dari setiap orang yang bergabung dibawah ajakan Anda, maka Anda akan memperoleh presentasi bagi hasil pula dari downline Anda. Semakin banyak rekan Anda yang diundang, semakin besar pula kemungkinan bagi hasilnya. Dan bagi hasilnya ini dihitung hingga 6 level ke bawah!!!..... Artinya setiap rekan yang Anda ajak, kemudian mereka mengajak rekannya lagi, maka setiap perolehan dari downline rekan Anda, Anda juga ikut merasakannya. Apakah Anda akan mendapatkannya ketika mengajak rekan Anda ikut FB atau FS? Dan kami yakin, jumlah rekan-rekan Anda yang bergabung di FB, FS, MySpace, Twitter, atau situs jejaring sosial lainnya sangatlah banyak.
Jadi, kenapa sia-siakan kesempatan ini? Informasi lengkap disini
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah Orang baik dan bersih dianggap salah Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah Karena hanya penguasa yang boleh marah Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Usirlah mereka dengan revolusi Bila tak mampu dengan revolusi, Dengan demonstrasi Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Rian "irmaja', seorang lelaki yang lahir di Sorong (Papua) dan kini
mencari rezeki untuk hidup di Kota Tarakan. Lelaki berzodiak Gemini, suka
nonton HBO, StarMovies,
ESPN dan doyan mendengarkan suara
Iwan Fals, Padi serta menyukai karya Kahlil Gibran. Menulis dan mengupdate blog jika sempat.